Senin, 18 Juni 2012

Green Canyon (Pangandaran)

(MEI 2012)
Berawal dari deringan ponsel yang menandakan ada pesan singkat (baca: SMS) masuk. isi pesan tersebut adalah ajakan touring ke Green Canyon sambil menunggu sidang dari teman saya. Teman saya ini bernama Harits dan Widya. sebelumnya saya dan mereka sudah pernah touring ke pantai ujung genteng. Karena saya sudah ada plan untuk mendaki Gn.Pangrango jadi saya tidak dapat memenuhi ajakan ini. Singkat cerita, saya mendaki gunung tanggal 16-18 Mei 2012, setelah itu melaksanakan sidang TA (baca: Tugas Akhir) pada tanggal 25 Mei 2012.

(JUNI 2012)
Setelah urusan sidang selesai, Revisi sudah dikerjakan, wacana Green Canyon pun kembali mengemuka, namun ada tambahan personil yaitu Gusti dan Ririn yang hendak ikut. Setelah melihat rute pangandaran dari Atlas dan Google Map, saya tidak menyanggupi touring menggunakan sepeda motor kesana, selain jarak yang jauh kebetulan SIM C saya sudah kadaluarsa. Sayapun menyarankan menggunakan mobil saja untuk perjalanan sejauh ini.

(3 JUNI 2012)
Resti, Gusti, Wiwi, Harits dan Ririn mengadakan rapat, saya tidak bisa menghadiri rapat tersebut karena body ngedrop dan hanya bisa berbaring ditempat tidur. Hasil rapat telah diputuskan kami positif menggunakan mobil menuju Green Canyon pada tanggal 11 Juni 2012, peserta yang ikut dalam petualangan kali ini adalah Saya, Resti, Harits, Wiwi, Gusti, Ririn, dan ada tambahan Rizka, Lucky, dan Dinar.

(8 JUNI 2012)
Waktu terus berlalu mendekati hari-H. Tiga orang dari rombongan menyatakan mengundurkan diri (Rizka, Lucky, dan Dinar). Karena semakin sedikit pengikut maka akan semakin besar biaya operasional yang dikeluarkan, untuk itu kami mengajak teman-teman yang lain untuk ikut, namun hasilnya nihil.

(9 JUNI 2012)
Saat-saat genting seperti ini, satu lagi dari rombongan mengundurkan diri, Ririn pulang kampung ke Cierbon atas permintaan orang tuanya. Kami semua anggota tersisa nyaris membatalkan petualangan ini. Disela-sela waktu yang tersisa saya mengirim pesan singkat ajakan berpetualang ini kepada semua teman dekat saya. banyak yang sebenarnya ingin bergabung namun ada saja kendala, karena dadakan.

(10 JUNI 2012)
Sedang asik bermain futsal, tiba-tiba handphone berdering. datang pesan singkat dari nomer tidak dikenal yang belakangan diketahui itu nomor wiwi. Dia menayakan kepastian keberangkatan, karena iapun ragu karena hanya tersisa lima orang saja. Gusti (Pacar Ririn) tetap menyatakan siap berangkat walau tanpa Ririn. Akhirnya kami semua siap berangkat walaupun hanya beranggotakan 5 orang.
pukul 10.30 saya menerima SMS dari Ririn dan melakukan beberapa percakapan, saat itu ririn sedang dalam perjalanan ke Cirebon menggunakan Kereta Api. Isi percakapan kami intinya apabila diberi izin oleh Ayahnya ia akan ikut petualangan ini. Pukul 15.30, saya mendapat kabar kembali dari Ririn bahwa ia diberi izin, namun ia meminta saya untuk tidak memberitahukan ini kepada Gusti.
pukul 16.00, kami ber-5 rapat palaning randown acara besok, dan disepakati kami berangkat malam hari pukul 19.00. namun karena saya sudah janji ketemu Ririn di Jatinangor maka keberangkatan kami majukan jadi pukul 16.00 dari rumah.

(11 JUNI 2012)
pukul 16.00 hujan lebat bercampur angin kencang, mobil belum juga diantarkan kerumah saya oleh pihak rental (kebetulan teman bapake inyong jd ga ribet urus syarat2 nya). akhirnya pukul 16.35 Mobil tiba dan langsung saya Cek kondisinya dari mesin, ban serep, hingga dongkrak. setelah semua dinyatakan OK, saya start dari rumah pukul 16.55 tujuan pertama adalah SPBU yang kebetulan dekat rumah saya, untuk memulai petualangan ini saya isikan premium 100.000 rupiah. setelah itu menjemput Resti di SBJ kemudian menjemput teman-teman di Mcd Lodaya Padjajaran.
Petualangan dimulai, mobil saya serahkan kapada Gusti yang sudah memegang SIM - A perjalanan dimulai dengan memasuki pintu TOL (Bogor) Jagorawi. karena menghemat biaya, petualangan ala backpacker ini saya arahkan melalui jalur selatan. keluar pintu tol ciawi, membayar Tol Rp. 1000,- kemudian melalui jalur puncak. Gusti yang ternyata tidak terbiasa dengan jalur pegunungan akhirnya menyerahkan kemudi kepada saya. Setelah ambil alih kemudi saya terus melaju melintasi bukit-bukit puncak. pukul 20.00 kami tiba di Cianjur jawabarat. Saya menepi disebuah SPBU untuk melakukan Shalat Isya dan Qada magrib. setelah itu kembali melanjutkan perjalanan, setelah diberi trek datar di Cianjur kembali kami dihadapkan dengan trek pegunungan di daerah Ciranjang. Setelah itu tadinya petualangan ala backpacker enggan melewati TOL, namun karena mendapat berita jl.Soekarno Hatta terendam Banjir maka kami memasuki Tol Padaleunyi.
Sementara itu Ririn telah tiba dan menunggu kami di ujung TOL yang sedang kami lalui. tarif Tol Padalarang-Cileunyi Rp.7000,- setelah keluar dari jalan bebas hambatan, kami mencari keberadaan Ririn dan akhirnya target Ditemukan. Hal paling kocak saat itu adalah melihat expresi Gusti yang tidak menyangka Ririn jadi ikut. setelah ririn masuk kedalam mobil, kamipun berjalan perlahan mencari tempat untuk makan malam.
Para Petualang ala Backpack makan di pinggir jalan Rp.8000/org

Gusti & Ririn
Setelah kenyang kamipun melanjutkan perjalanan, waktu menunjukan pukul 22.00. menerobos gelap melalui jalur Nagreg - Malangbong menuju Ciamis yang lagi-lagi melalui trek pegunungan dengan tanjakan terjal dan turunan curam serta belokan tajam yang dihiasi truk-truk besar dan Bus malam yang berkerdara dengan kecepatan tinggi. beberapakali saya harus menepi dan memberikan jalan kepada Bus Malam yang memberikan isyarat lampu 'dim' tak henti apabila belum diberikan jalan.

(12 JUNI 2012)
Pukul 01.45 dini hari kami masih melaju dalam kegelapan, hingga akhirnya menemukan sebuah SPBU didaerah Ciawi Kab.Garut, kamipun sepakat untuk beristirahat dan tidur sejenak disini. karena takkunjung terpejam pukul 02.30 saya memutuskan melanjutkan petualangan ini, sebelum berangkat saya menambah amunisi kendaraan dengan mengisikan premium kembali Rp.100.000,- menerobos kegelapan malam dengan jalan yang masih berbukit dan berkelok-kelok, membaca plang demi plang penanda arah yang dipasang oleh dishub dan akhirnya tibalah kami di Ciamis jawabarat. karena mulai trek landai dan saya mengantuk akhirnya kendali saya berikan kepada Gusti. dari Ciamis, kami menyusuri jalan menuji banjar sebelum berbelok menuju jalur pangandaran. sekitar pukul 03.45 kami menemukan pertigaan banjar-pangandaran dan segera mengambil jalur pangandaran. jalur kembali berkelok, kemudi kembali saya ambil alih. jalan terus menerobos dinginnya malam, hingga pukul 05.00 saya memutuskan berhenti di sebuah SPBU untuk melaksanakan shalat Subuh dan Tidur sejenak. Setelah shalat berjamaah pukul 05.15 saya tidur hingga pukul 05.45 karena dibangunkan oleh suara mesin diesel yang parkir disebelah kendaraan saya.



It's Me
Perjalananpun saya lanjutkan, matahari masih enggan untuk menampakan diri tertahan oleh kabut tebal sepanjang perjalanan, seisi mobil sunyi senyap semua terlelap. saya harus tetap terjaga karena sedang berkendara. Jalan cukup lengang pagi itu, warna hijau pesawahan dengan para petani dan pelajar yang mengendarai sepeda berbaris di pinggir jalan yang mengharuskan saya berjalan lebih ketengah melebihi marka jalan. walaupun lelah dan letih tapi semua itu hilang seketika melihat keasrian pedesaan. pukul 07.00 saya tiba di pintu masuk kawasan pangandaran dan membayar retribusi Rp.25.000,- untuk 1 mobil. setelah itu kami bergegas mencari alamat penginapan yang telah dicatat hasil browsing kemarin. karena tidak cocok dengan pilihan tersebut kamipun mendatangi penginapan2 untuk menanyakan harga (kami anti calo hehe). akhirnya setelah masuk sedikit gang kami mendapat penginapan yang asri dan halaman yang luas, "Penginapan Samudera Dua" dengan harga sewa Rp.125.000/malam (Hasil Negosiasi). Setelah beres-beres para ladies memasak bahan makanan yang dibawa dengan kompor yang biasa dipakai untuk mendaki Gunung, sementara yang lain memasak nasi, ayam goreng dan soup. Giliran saya untuk tidur..(ZZzzzzZZZzzzzz)
pukul 09.00 Masakan siap disantap, kami ber-6 makan dengan peralatan seadanya. setelah selesai makan kamipun mempersiapkan barang-barang yang dianggap perlu untuk dibawa menuju Green Canyon. Bawaan yang lainnya kami simpan di Penginapan. Jalan yang ditempuh tidaklah jauh, hanya sekitar 30 Km dari pangandaran menuju Cijulang namun jalan yang kitatempuh sengatlah tidak layak, sepanjang jalan sedang dilakukan perbaikan maka dari itu banyak sekali tumpukan-tumpukan batu ataupun pasir untuk keperluan perbaikan jalan. Setelah berjalan kurang lebih 90 Menit sampailah kami di objek wisata Cukang Taneuh / Green Canyon.
Gerbang GC

Gerbang GC
Setibanya disana, saya langsung menanyakan kepada petugas untuk melakukan Body Rafting. Akhirnya Petugas tersebut memanggil seorang temannya yang bernama kang Gani untuk melayani kami. setelah bernegosiasi kami sepakat melakukan Body Rafting dengan Harga Rp. 130.000/Org. Kamipun dibawa menuju base camp JANGGALA BODY RAFTING oleh kang Gani untuk mengambil Perlengkapan dan bertemu dengan 2 Orang Instruktur yaitu Kang Black, dan Satu orang temannya.


Setelah mendapatkan perlengkapan yang dibutuhkan kami melanjutkan perjalanan menggunakan pick-up menuju lokasi awal dengan melewati jalanan hutan berbatu menuju awal perjalanan, sekitar 20 menit berselang kamipun tiba di titik awal.

Menuju Titik Start
Titik Start Body Rafting Janggala
Petualangan dimulai, satu persatu dari kami terjun kedalam sungai jernih berwarna hijau. Kamipun terapung terbawa arus tenang Green Canyon dan sesekali menemukan jeram dan arus yang cukup deras. 


Potret keindahan alam sepanjang aliran sungai Green Canyon.

     


Break, setengah perjalanan telah diarungi

menerjang arus

Melawan Arus 

Arus Lagi

Pose Sebelum Loncat2

Finish

Loncat dulu di tempat Finish


Kang Black




(Bersambung)